๐ฎ Utusan Allah Sebagai Pembawa Kasih Sayang Bagi Alam Semesta Adalah
Nabimuhammad saw. diutus oleh allah swt. sebagai rahmatan lil alamin artinya sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta. Penjelasan dan Pembahasan Jawaban a. sahabatnya menurut saya ini salah, karena sudah menyimpang jauh dari apa yang ditanyakan.
SEJAKdi utus oleh Allah Ta'ala ke muka bumi, Nabi Muhammad -shollallahu 'alaihi wa sallam- telah mewujudkan rahmat (kasih sayang) bagi semesta alam. Hal itu ditegaskan oleh Allah Ta'ala sendiri dalam firman-Nya: "Dan tidaklah Kami (Allah) mengutus kamu (wahai Muhammad) kecuali sebagai rahmat untuk semesta alam.". [ QS.
SEJARAHNABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI RAHMAT BAGI SELURUH ALAM SEMESTA TERHADAP KASIH SAYANG SESAMA. SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI RAHMAT BAGI SELURUH ALAM SEMESTA TERHADAP KASIH SAYANG SESAMA www.ekokurniawan.com. Jumat, 04 Maret 2022. Facebook Twitter Telegram
๏ปฟJawaban D. Alam semesta Dilansir dari Encyclopedia Britannica, nabi muhammad saw. diutus oleh allah swt. sebagai rahmatan lil 'alamin artinya sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Amal yang disukai oleh Allah SWT berdasarkan hadits SAW.
UtusanAllah sebagai pembawa Kasih sayang bagi alam semesta adalah??? - 18378250 1. Masuk. Daftar. 1. Masuk. Daftar. Sekolah Menengah Pertama. B. arab. 5 poin Utusan Allah sebagai pembawa Kasih sayang bagi alam semesta adalah??? Tanyakan detil pertanyaan ; Ikuti tidak puas? sampaikan! dari Jannah4960 16.10.2018 Masuk untuk menambahkan
Alamsemesta merupakan rancang bangun yang Saturday,5 Zulqaidah 1443 / 04 June 2022 Jadwal Shalat. Mode Layar. Al-Quran Digital. Indeks. Networks retizen.id repjabar.co.id repjogja.co.id. Kanal News. Politik Hukum Pendidikan Umum News Analysis
UtusanAllah Swt. sebagai pem- - 36435244 shofiyaharbaatus shofiyaharbaatus 28.11.2020 B. Arab Sekolah Menengah Atas terjawab 1. Utusan Allah Swt. sebagai pem- bawa kasih sayang bagi alam semesta adalah . a. malaikat b. Nabi Muhammad saw. c. jin d. Nabi Isa as. 1 Lihat jawaban
makhluk binatang dan tumbuhan.3 Kasih sayang pun menjadi salah satu tujuan dari Islam itu diturunkan. Islam memandang penting makna kasih sayang dalam kehidupan manusia, dan hal tersebut ditunjukkannya ketika Islam disebarkan oleh utusan Tuhan yang bernama Muhammad Saw, sebagai pembawa kasih sayang bagi seluruh semesta alam4.
baca: Kevin James: Saya Merasakan Kesendirian Rasulullah SAW).'Dalam surat Al-Maidah ayat 32, saya menyimpulkan Islam merupakan rahmat bagi alam semesta. Karena itulah, saya menjadi petugas pemadam kebakaran,' kata dia seperti dinukil onislam.net.Menurut James, menjadi petugas pemadam kebakaran merupakan pekerjaan yang mulia karena menyangkut
8NXfY0n.
Jakarta Surat Al Anbiya 107 dalam Al-Quran adalah sebuah ayat yang memuat makna yang mendalam dan universal. Ayat ini menggambarkan peran dan misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam. Surat Al Anbiya 107 membuka pintu pemahaman yang lebih dalam tentang misi dan tugas Nabi Muhammad SAW. Allah SWT mengirim Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam, menunjukkan bahwa pesannya tidak terbatas pada satu kelompok atau komunitas saja. Nabi Muhammad SAW bukan hanya diutus kepada umat manusia, tetapi juga sebagai contoh bagi semua makhluk dan alam semesta. jadi penting untuk memahami tafsir Al Anbiya 107 ini dari perspektif ulama dan mencari pemahaman yang lebih dalam tentang konsep rahmat dalam Islam. Kami akan melihat hadis-hadis yang memperkuat pesan ayat tersebut dan menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT menjalankan peran sebagai rahmat bagi seluruh alam. Lebih lengkapnya, berikut ini telah rangkum dari berbagai sumber tafsir Surat Al Anbiya 107, beserta dengan hadits-hadits yang menguatkannya, Kamis 8/6/2023.Viral sebuah video yang menampilkan seorang ayah tengah memantau anaknya di rumah. Dalam video, awalnya sang ayah mengira anaknya sedang sibuk bermain handphone. Namun, saat ditelusuri, sang anak justru sedang membaca Al-Qur'an Credit Al Anbiya Ayat 107 ููู
ูุงู ุฃูุฑูุณููููููฐูู ุฅููููุง ุฑูุญูู
ูุฉู ูููููุนููฐููู
ูููู Wa mฤ arsalnฤka illฤ raแธฅmatal lil-'ฤlamฤซn Artinya Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Ayat ini merupakan bagian dari bagian yang lebih besar dalam Surat Al-Anbiya yang membahas kisah berbagai nabi dan perjuangan mereka. Dalam ayat khusus ini, Allah berbicara kepada Nabi Muhammad SAW dan mengingatkannya tentang tujuan dan misinya. Ayat tersebut menegaskan bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi seluruh makhluk. Rahmat ini meluas tidak hanya untuk manusia tetapi untuk semua makhluk di dunia. Pesan Islam Nabi, dengan ajaran perdamaian, keadilan, dan kasih sayang, dimaksudkan untuk membawa rahmat dan petunjuk bagi seluruh umat manusia dan ciptaan. Ayat ini menyoroti sifat universal dari misi Nabi Muhammad. Pesannya tidak terbatas pada waktu, tempat, atau orang tertentu tetapi dimaksudkan untuk kepentingan seluruh umat manusia. Itu menekankan pentingnya kasih sayang, kebaikan, dan belas kasihan dalam berurusan dengan orang lain. Adapun tafsir ayat ini, terdapat berbagai penafsiran dan penjelasan yang diberikan oleh para ulama. Beberapa poin penting yang disebutkan oleh para ulama antara lain Nabi Muhammad adalah sumber rahmat Ayat ini menyoroti peran Nabi sebagai sumber rahmat bagi semua ciptaan. Ajaran, tindakan, dan karakternya mencontohkan belas kasih dan kasih sayang. Rahmat universal Rahmat Nabi Muhammad meluas ke semua makhluk, bukan hanya manusia. Ini termasuk hewan, lingkungan, dan semua ciptaan. Bimbingan dan rahmat Pesan Nabi Muhammad adalah sarana bimbingan dan rahmat bagi umat manusia. Ajarannya memberikan jalan menuju kebenaran dan menuntun orang-orang menuju rahmat dan pengampunan Allah. Pengingat tujuan Ayat ini berfungsi sebagai pengingat bagi Nabi Muhammad tentang misi dan tujuannya. Ini mendorongnya untuk terus menyebarkan pesan Islam dan mewujudkan rahmat dalam semua aspek kehidupannya. Secara keseluruhan, ayat ini menyoroti rahmat universal Nabi Muhammad dan sifat misinya yang melingkupi. Ini mengingatkan umat Islam akan pentingnya mewujudkan belas kasihan dan kasih sayang dalam interaksi mereka dengan orang lain dan dalam ketaatan mereka pada ajaran yang memperkuat pernyataan Al Anbiya 107Ilustrasi Membaca Al Qurโan Credit adalah beberapa hadis yang memperkuat pernyataan Surah Al-Anbiya ayat 107 Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." HR. Ahmad Hadis ini menekankan bahwa salah satu tujuan utama misi Rasulullah adalah menyempurnakan akhlak yang mulia. Ini sejalan dengan pesan Surah Al-Anbiya ayat 107 tentang peran Rasulullah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." HR. Ahmad Hadis ini juga menekankan tujuan Rasulullah dalam menyempurnakan akhlak yang mulia. Ini menunjukkan konsistensi dalam pesan Rasulullah mengenai misinya sebagai rahmat bagi semua. Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." HR. Ahmad Hadis ini kembali menegaskan bahwa salah satu tujuan misi Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Ini sejalan dengan pesan Surah Al-Anbiya ayat 107 tentang peran Rasulullah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Aku diutus dengan akhlak yang mulia." HR. Ahmad Hadis ini juga menyoroti pentingnya akhlak yang mulia dalam misi Rasulullah. Hal ini mencerminkan pesan Surah Al-Anbiya ayat 107 tentang pentingnya kasih sayang, keadilan, dan kelembutan dalam ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah. Hadis-hadis tersebut menyokong dan memperkuat pernyataan Surah Al-Anbiya ayat 107 tentang peran Rasulullah sebagai rahmat bagi seluruh alam dan misinya dalam menyempurnakan akhlak yang mulia. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Rukun Iman keempat yang harus diimani oleh setiap mukmin adalah beriman kepada para Nabi dan Rasul utusan Allah. Diutusnya Rasul merupakan nikmat yang sangat agung. Kebutuhan manusia terhadap diutusnya Rasul melebihi kebutuhan manusia terhadap hal-hal lain. Untuk itu, kita tidak boleh salah dalam meyakini keimanan kita kepada utusan Allah yang mulia ini. Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan iman kepada Nabi dan Kewajiban Beriman Kepada Para RasulTerdapat banyak dalil yang menunjukkan wajibnya beriman kepada para Rasul, di antaranya adalah firman Allah Taโala,ููููููููู ุงููุจูุฑูู ู
ููู ุกูุงู
ููู ุจุงููููู ููุงููููููู
ู ุงููุฃูุฎูุฑู ููุงููู
ูููุฆูููุฉู ููุงููููุชูุงุจู ููุงููููุจููููููโAkan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kiamat, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabiโ QS. Al Baqarah 177ููููู ุกูุงู
ููู ุจูุงูููู ููู
ููุงูุฆูููุชููู ููููุชูุจููู ููุฑูุณููููู ูุงู ููููุฑูููู ุจููููู ุฃูุญูุฏู ู
ููู ุฑููุณููููู ููููุงูููุง ุณูู
ูุนูููุง ููุฃูุทูุนูููุงโSemuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya mereka mengatakanโ Kita tidak membeda-bedakan antara seseorangpun dengan yang lain dan rasul-rasul-Nyaโ, dan mereka mengatakan โKami dengar dan kami taatโฆโ QS. Al Baqarah 285Pada ayat-ayat di atas Allah menggandengkan antara keimanan kepada para Rasul dengan keimanan terhadap diri-Nya, malaikat-malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya. Allah menghukumi kafir orang yang membedakan antara keimanan kepada Allah dan para Rasul. Mereka beriman terhadap sebagian namun kafir tehadap sebagian yang lain Al Irsyaad ilaa shahiihil Iโtiqaad, hal 146Pokok-Pokok Keimanan Terhadap Para RasulKeimanan yang benar terhadap para Rasul Allah harus mengandung empat unsur pokok yaituBeriman bahwasanya risalah yang mereka bawa benar-benar risalah yang berasal dari wahyu Allah Taโ terhadap nama-nama mereka yang kita berita-berita yang shahih dari dengan syariat Rasul yang diutus kepada kita, yaitu penutup para Nabi, Muhammad shalallahu alaihi wa sallaam. Syarhu Ushuuill Iman, hal 34-35Antara Nabi dan RasulSebagian ulama berpendapat bahwa nabi sama dengan rasul. Namun pendapat yang benar adalah nabi berbeda dengan rasul, walaupun terdapat beberapa persamaan. Nabi adalah seseorang yang Allah beri wahyu kepadanya dengan syariat untuk dirinya sendiri atau diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaum yang sudah bertauhid. Sedangkan rasul adalah seorang yang Allah beri wahyu kepadanya dengan syariat dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaum yang menyelisihnya. Nabi dan rasul memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Persamaan Nabi dan Rasul adalah Nabi dan Rasul sama-sama utusan Allah yang diberi wahyu oleh Allah, berdasarkan firman Allah,ููู
ูุขุฃูุฑูุณูููููุง ู
ูู ููุจููููู ู
ูู ุฑููุณูููู ูููุงูููุจููููโDan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak pula seorang nabiโฆโ QS. Al Hajj52. Dalam ayat ini Allah membedakan antara nabi dan rasul, namun menjelasakan kalau keduanya merupakan utusan dan rasul sama-sama diutus untuk menyampaikan dan rasul ada yang diturunkan kepadanya kitab, ada pula yang Nabi dan Rasul Nabi diberi wahyu untuk disampaikan kepada kaum yang sudah bertauhid atau untuk diamalkan bagi dirinya sendiri, sebagaimana dalam sebuah hadist, โDan akan datang Nabi yang tidak memiliki satu pun pengikutโ. Sedangkan rasul diutus untuk menyampaikan syariat kepada kaum yang mengikuti syariat sebelumnya yang sudah ada, sedangkan Rasul terkadang mengikuti syariat sebelumnya -seperti Yusuf yang diutus untuk kaumnya dengan syariat yang dibawa oleh Ibrahim dan Yaโqub- dan terkadang membawa syariat baru. Diringkas dari Syarh al Aqidah Ath Thahawiyah Syaikh Sholeh Alu Syaikh, hal 227-234Para Nabi dan Rasul Mengajarkan Agama yang SatuSeluruh Nabi mengajarkan agama yang satu, walaupun mereka memiliki syariat-syariat yang berbeda. Allah Taโala berfirman,ุดูุฑูุนู ููููู
ู
ูููู ุงูุฏููููู ู
ูุงููุตููู ุจููู ูููุญูุง ููุงูููุฐูู ุฃูููุญูููููุข ุฅููููููู ููู
ูุงููุตููููููุง ุจููู ุฅูุจูุฑูุงูููู
ู ููู
ููุณูู ููุนููุณูู ุฃููู ุฃููููู
ููุง ุงูุฏููููู ูููุงูุชูุชูููุฑูููููุง ูููููโDia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa yaitu Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnyaโฆ. โQS. Asy Syuuraa13ููุขุฃููููููุง ุงูุฑููุณููู ูููููุง ู
ููู ุงูุทูููููุจูุงุชู ููุงุนูู
ููููุง ุตูุงููุญูุง ุฅููููู ุจูู
ูุงุชูุนูู
ูููููู ุนููููู
ู {51} ููุฅูููู ููุฐููู ุฃูู
ููุชูููู
ู ุฃูู
ููุฉู ููุงุญูุฏูุฉู ููุฃูููุง ุฑูุจููููู
ู ููุงุชููููููู {52}โWahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya agama tauhid ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Kuโ QS. Al Muโminun51-52Nabi shalallahu alaihi wa salaam bersabda, โSesungguhnya seluruh nabi memiliki agama yang satu, dan para nabi adalah saudaraโ Muttafaqun alaih.Agama seluruh para Nabi adalah satu, yaitu agama Islam. Allah tidak akan menerima agama selain Islam. Yang dimaksud dengan islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada Allah dengan mentaatinya, dan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang musyrik. Al Irsyaad ilaa Shahiihil Iโtiqaad hal 159-160.Mendustakan Satu = Mendustakan SemuanyaKewajiban seorang mukmin adalah beriman bahwa risalah para Rasul adalah benar-benar dari Allah. Barangsiapa mendustakan risalah mereka, sekalipun hanya salah seorang di antara mereka, berarti ia telah mendustakan seluruh para rasul. Hal ini berdasarkan firman Allah Taโala ููุฐููุจูุชู ููููู
ู ูููุญู ุงููู
ูุฑูุณููููููโKaum Nabi Nuh telah mendustakan para Rasulโ QS. Asy Syuโaraaโ105Dalam ayat in Allah menilai tindakan kaum Nuh sebagai pendustaan kepada para rasul yang diutus oleh Allah, padahal ketika diutusnya Nuh belum ada seorang Rasulpun selain Nabi Nuh alaihis salaam. Berdasarkan hal ini maka orang-orang Nasrani yang mendustakan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan tidak mau mengikuti beliau berarti mereka telah mendustakan Al Masih bin Maryam Nab Isa alaihis salaam dan tidak mengikuti ajarannya. Syarhu Ushuulil Iman hal 34-35Mengimani Nama Para RasulTermasuk pokok keimanan adalah kita beriman bahwa para Rasul Allah memiliki nama. Sebagiannya diberitakan kepada kita dan sebagiannya tdak diberitakan kepada kita. Yang diberikan kepada kita seperti Muhanmad, Ibrahim, Musa, Isa, dan Nuh alahimus shalatu wa salaam. Kelima nama tersebut adalah para Rasul Ulul Azmi. Allah Taโala telah menyebut mereka pada dua tempat surat di dalam Al Quran yakni surat Al Ahzaab dan As Syuraa,ููุฅูุฐู ุฃูุฎูุฐูููุง ู
ููู ุงููููุจููููููู ู
ููุซูุงููููู
ู ููู
ูููู ููู
ูู ููููุญู ููุฅูุจูุฑูุงูููู
ู ููู
ููุณูู ููุนููุณูู ุงุจููู ู
ูุฑูููู
ูโDan ingatlah ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu sendiri, dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa bin Maryamโฆโ QS. Al Ahzab7ุดูุฑูุนู ููููู
ู
ูููู ุงูุฏููููู ู
ูุงููุตููู ุจููู ูููุญูุง ููุงูููุฐูู ุฃูููุญูููููุข ุฅููููููู ููู
ูุงููุตููููููุง ุจููู ุฅูุจูุฑูุงูููู
ู ููู
ููุณูู ููุนููุณูู ุฃููู ุฃููููู
ููุง ุงูุฏููููู ูููุงูุชูุชูููุฑูููููุง ูููููโฆโDia telah mensyariatkan bagi kamu tentang apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa yaitu Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnyaโ QS. Asy Syuraa13Adapun terhadap para Rasul yang tidak kita ketahui nama-namanya, kita beriman secara global. Allah Taโala berfirman,ููููููุฏู ุฃูุฑูุณูููููุง ุฑูุณููุงู ู
ููู ููุจููููู ู
ูููููู
ู
ููู ููุตูุตูููุง ุนููููููู ููู
ูููููู
ู
ููู ูููู
ู ููููุตูุตู ุนูููููููโDan sesungguhnya telah Kami utus bebrapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamuโ QS. Al Mukmin78. Syarhu Ushuulil Iman,hal 35Para Rasul Pemberi Kabar Gembira Sekaligus Pemberi PeringatanAllah mengutus para Rasul untuk menyampaikan kabar gembira sekaligus memberikan peringatan. Ini merupakan salah satu dari hikmah diutusnya para rasul kepada manusia. Maksud menyampaikan kabar gembira adalah menyebutkan pahala bagi orang yang taat, sekaligus memberikan peringatan kemudian mengancam orang yang durhaka dan orang kafir dengan kemurkaan dan siksa Allah. Allah Taโala berfirman,ุฑููุณููุงู ู
ููุจูุดููุฑูููู ููู
ููุฐูุฑูููู ููุฆููุงูู ููููููู ููููููุงุณู ุนูููู ุงูููู ุญูุฌููุฉูู ุจูุนูุฏู ุงูุฑููุณููู ููููุงูู ุงูููู ุนูุฒููุฒูุง ุญููููู
ูุงโMereka Kami utus selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada lagi alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul ituโ QS. An Nisaaโ 165.Ayat ini merupakan dalil bahwa tugas para Rasul ialah memberikan kabar gembira bagi siapa saja yang mentaati Allah dan mengikuti keridhaan-Nya dengan melakukan kebaikan. Dan bagi siapa yang menentang perintah-Nya dan mendustakan para rasul-Nya akan diancam dengan hukum dan siksaan. Husuulul Maโmuul bi Syarhi Tsalaatsatil Ushuulhal 195-196Nuh yang Pertama, Muhammad PenutupnyaTermasuk keyakinan Ahlus sunnah adalah beriman bahwasanya Rasul yang petama diutus adalah Nuh alaihis salaam dan yang terkhir adalah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Dalil yang menunjukkan bahwa Nuh adalah Rasul pertama adalah firman Allah,ุฅููููุขุฃูููุญูููููุขุฅููููููู ููู
ูุขุฃูููุญูููููุขุฅูููู ูููุญู ููุงููููุจููููููู ู
ูู ุจูุนูุฏูููโSesungguhnya Kami telah memberkan wahyu kepadamu sebagaman Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannyaโฆโ An Nisaaโ163Para ulama berdalil dengan ayat ini bahwa Nuh adalah rasul pertama. Sisi pendalilannya adalah dari kalimat โdan nabi-nabi yang kemudiannyaโ. Jika ada rasul sebelum Nuh tentunya akan dikatakan dalam ayat dalil dari sunnah adalah sebuah hadist shahih tentang syafaโat, ketika manusia mendatangi Nabi Adam untuk meminta syafaat, beliau berkata kepada mereka, โPergilah kalian kepada Nuh, karena ia adalah rasul pertama yang diutus ke muka bumiโ. Maka mereka pun mendatangi Nuh dan berkata โengkau adalah rasul pertama yang diutus ke bumiโฆโ Muttafaqun alaihi. Hadist ini merupakan dalil yang paling kuat menunjukkan bahwa Nuh adalah rasul pertama. Dan Nabi Adam sendiri menyebutkan bahwa Nuh sebagai Rasul pertama di atas muka bumi. Husuulul Maโmuul bi Syarhi Tsalaatsatil Ushuulhal 196-197Sedangkan Rasul yang terakhir adalah Muhammad sholallahu alaihi wa salaam. Dalilnya adalah firman Allah Taโ ู
ูุญูู
ููุฏู ุฃูุจูุข ุฃูุญูุฏู ู
ููู ุฑููุฌูุงููููู
ู ููููููู ุฑููุณูููู ุงูููู ููุฎูุงุชูู
ู ุงููููุจููููููู ููููุงูู ุงูููู ุจูููููู ุดูููุกู ุนููููู
ูุงโMuhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para Nabi. Dia adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatuโ QS. Al Ahzab40.Rasulullah sholallahu alaihi wa salaam bersabda, โAku adalah penutup para Nabi, dan beliau berkata โ Tidak ada Nabi sesudahkuโ. Hal ini melazimkan berakhirnya diutusnya para Rasul, karena berakhirnya yang lebih umum yakni diutusnya Nabi melazimkan berakhirnya yang lebih khusus yakni diutusnya Rasul. Makna berakhirnya kenabian dengan kenabian Muhammad yakni tidak adanya pensyariatan baru setelah kenabian dan syariat yang dibawa oleh Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Al Irsyaad ilaa Shahiihil Iโtiqaad hal 173. Buah Manis Iman yang Benar Terhadap Para RasulKeimanan yang benar terhadap para Rasul Allah akan memberikan faedah yang berharga, di antaranya adalahMengetahui akan rahmat Allah dan perhatian-Nya kepada manusia dengan mengutus kepada mereka para Rasul untuk memberi petunjuk kepada merka kepada jalan Allah dan memberikan penjelasan kepada mereka bagaimana beribadah kepada Allah karena akal manusia tidak dapat menjangkau hal kepada Allah atas nikmat yang sangat agung para Rasul,, mengagungkan mereka , serta memberikan pujian yang layak bagi mereka. Karena mereka adalah utusan Allah Taโala dan senantiasa menegakkan ibadah kepada-Nya serta menyampaikan risalah dan memberikan nasehat kepada para hamba. Syarhu Ushuuill Iman hal 36Semoga Allah Taโala senantiasa menetapkan hati kita kepada keimanan yang benar. Washolallahu alaa Nabiyyina RujukanSyarhu Ushuulil Iman. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin. Penerbit Daarul Qasim. Cetakan pertama 1419 HAl Irsyaad ilaa Shahiihil Iโtiqaad. Syaikh Sholih Al Fauzan Penerbit Maktabah Salsabiil Cetakan pertama tahun Syuruuh al Aqidah at Thahawiyah. Penerbit Daarul Ibnul Jauzi cetakan pertama tahun Maโmuul bi Syarhi Tsalaatsatil Maktabah ar Rusyd, Riyadh. Cetakan pertama 1422H/ Abu Athifah Adika MianokiMurojaโah TuasikalArtikel
utusan allah sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta adalah